ISIAN DESKRIPSI DIRI PORTOFOLIO DOSEN
TAHUN 2012
NAMA: YON SUPRAPTO
NO. PESERTA: -
NIP: -
RUMPUN ILMU: 531 – SASTRA (DAN BAHASA) INGGRIS
1.USAHA KREATIF
Pada saat pertama kali mengajar di
Akademi Pariwisata Medan pada tahun
2001, saya dapat mengatakan hal ini tidaklah mudah. Pertama karena saya
bukanlah seorang lulusan IKIP Pendidikan Bahasa Inggris, melainkan saya adalah tamatan Bahasa dan Sastra Inggris S1 USU. Kedua adalah karena saya belum mengetahui tentang
metode pengajaran di Akademi Pariwisata Medan.
Namun berkat kemauan, maka saya banyak bertanya kepada rekan-rekan yang
merupakan tamatan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan karena mereka memang dipersiapkan sebagai
tenaga pengajar.
Setelah beberapa kali pertemuan di
awal saya mengajar di Akademi Pariwisata Medan, beberapa mahasiswa menyarankan
agar saya dapat mengajar dengan lebih mengutamakan Student Talking Time. Sesuai dengan masukan tersebut maka saya
lebih memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dan terbukti
hasilnya positif. Sekarang saya mengajar dengan cara pair work (mahasiswa
berpasangan), group work (berkelompok), role play (bermain peran), case study
(studi kasus) agar mahasiswa lebih aktif dalam berkomunikasi.
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar maka
saya telah membaca buku-buku seperti The Practice of English Language Teaching
karangan Jeremy Harmer, Micro Teaching diktat dari IKIP Medan dan
Didaktik Metodik karangan Roestiyah. Setelah
itu saya mempraktekkannya di kelas. Sekarang saya mengajar dengan pendekatan komunikatif,
sehingga hasilnya mahasiswa dapat lebih
aktif berbicara.
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar,
saya telah mengikuti pelatihan pengajaran yang diadakan di Sekolah Tinggi Pariwisata
(STP) Bandung dan Pusat Persahabatan Indonesia
Amerika (PPIA) di Medan. Selanjutnya, saya juga mempelajari lebih mendalam tentang
metode mengajar yang dipergunakan di Akademi Pariwisata Medan, yang menggunakan pendekatan komunikatif yang
nantinya dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai. Untuk mempermudah dalam mengajar dengan
menggunakan pendekatan komunikatif maka
diperlukan beberapa alat peraga seperti flashcard
atau kartu bergambar. Berhubung Ruangan Bahasa Akademi Pariwisata Medan
memiliki perpustakaan khusus Bahasa Inggris sumbangan The British Council dan memiliki koleksi buku-buku permainan menarik
seperti buku Elementary Communication
Games karangan Jill Hedfield. Alat
peraga lain sebagai koleksi dalam mengajar adalah kartu bergambar seperti Do Me A Favor, yaitu permainan untuk
memperlancar penggunaan kalimat request seperti “Could you please…” dan Crystal Ball untuk memperlancar
penggunaan kalimat Future Tense.
Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa
dalam berkomunikasi, selain dari bahan yang telah saya ajarkan, saya juga
menyarankan agar mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang sederhana untuk
banyak bertanya kepada mahasiswa yang pintar.
Saya juga telah mencari bahan mengajar
dari internet dan menemukan permainan menarik seperti hot seat yang sangat membuat aktif mahasiswa dalam berkomunikasi. Hot seat adalah sebuah permainan menebak sebuah pekerjaan yang akan
ditebak oleh dua kelompok. Kedua kelompok ini akan membantu mahasiswa yang
duduk di hot seat dengan cara mendefenisikan pekerjaan tersebut dalam sebuah
kalimat dan tanpa menggunakan isyarat.
Dalam tiap semester yang saya ajarkan,
maka saya juga membawa mahasiswa untuk belajar di laboratorium bahasa dengan song program untuk meningkatkan
kemampuan listening mahasiswa (practicing listening skill).
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar
maka saya telah mengikuti beberapa pelatihan, antara lain sebagai berikut: 1)
Teaching English for Hotel di STP Bandung tahun 2002, 2) Teacher Training di PPIA Medan tahun 2002, 3) Pekerti di Akademi Pariwisata Medan,
tahun 2003, 4) Diklat Pariwisata Tkt. Dasar di Akademi Pariwisata Medan, tahun
2004, 5) Workshop Kompetensi Penyusunan Bahan Ajar bagi Dosen Di
Berastagi tahun 2009, 7) Workshop Penyusunan Silabus di Berastagi tahun 2011
2. DAMPAK
Setelah mengikuti beberapa pelatihan,
seminar dan workshop tersebut di atas, maka
sekarang saya dapat menjadi lebih mudah dalam mengajar. Hal ini terlihat
dari tanggapan mahasiswa yang mengatakan bahwa cara saya mengajar sudah ada
perubahan menjadi lebih positif. Mahasiswa menyukai apabila saya mengajar
dengan berbagai variasi sehingga hal ini membuat mahasiswa tidak merasa bosan.
Dengan lebih memperbanyak Student Talking Time, maka mahasiswa
menjadi semakin aktif berbicara yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu: praktek
berbicara yang diawasi (controlled
practice), kurang diawasi (less
controlled practice) dan praktek berbicara bebas (free practice).
Setelah membaca dan mempraktekkan buku-buku di atas,
saya semakin mengetahui metode mana yang sesuai dipakai untuk topik yang
diajarkan.
Setelah mengikuti pelatihan, maka saya
mendapat pengetahuan baru tentang metode pengajaran bahasa Inggris dan dapat
bertukar pengalaman dengan sesama peserta pelatihan.
Dengan
menggunakan kartu bergambar, maka saya semakin mudah dalam menerangkan
pelajaran kepada mahasiswa karena mereka dapat menggunakan kartu-kartu tersebut
untuk membuat mahasiswa aktif berbicara.
Selain daripada itu, sekarang saya juga
dapat membantu staf pengajar baru bahasa Inggris menggunakan buku karangan Jill
Hedfield tersebut. Buku tersebut agak sulit dalam memahami penggunaannya kalau
tidak diterangkan oleh seorang yang sudah memahami cara menggunakannya.
Sekarang staf pengajar baru tersebut telah mengikuti langkah saya dengan mengajar
dengan cara yang sama. Dalam mengajar secara tim hal ini berdampak positif
karena sesama dosen bisa bertukar metode atau permainan baru yang menarik.
Setelah saya mengajar menggunakan
pendekatan komunikatif maka mahasiswa menjadi semakin aktif dalam berkomunikasi
dengan bahasa Inggris di kelas. Hal ini jelas menguntungkan bagi mahasiswa
tersebut. Di samping mendapat skill pariwisata maka mereka menjadi semakin
percaya diri karena mereka sudah dilatih untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris.
Dengan mencari bahan mengajar dari
website yang ada di internet maka saya dapat mengetahui hal-hal terbaru dan
dapat mempraktekkan langsung di kelas. Saya jadi mengetahui materi apa yang
cocok diajarkan untuk mahasiswa Akademi Pariwisata Medan.
Dengan mengajar song program di
laboratorium bahasa maka mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mendengar
sehingga dapat memudahkan dalam mengucapkannya (speaking).
3.KEDISIPLINAN
Kedisiplinan memegang peranan penting
karena itu saya sedapat mungkin mengajar tepat waktu begitu jam pelajaran
dimulai. Begitu juga saya berhenti mengajar begitu waktunya selesai. Hal ini saya lakukan karena dengan
memanfaatkan waktu saya telah memberikan kesempatan mahasiswa untuk istirahat
sejenak dan juga memberikan kesempatan kepada dosen lain yang akan mengajar
setelah mata pelajaran saya. Saya juga telah memberikan Quiz kepada mahasiswa yaitu 2x dalam satu semester karena dengan
adanya Quiz tersebut maka diharapkan
mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh sebelum
mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Saya juga membuat
soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester dan memberikan nilai tepat waktu karena dengan
begitu maka mahasiswa dapat melihat
hasilnya dalam waktu yang sudah ditetapkan. Juga memudahkan Sub Bagian
Akademik dalam menyimpan data dan mengumumkan hasilnya kepada mahasiswa. Saya
selama ini juga telah melakukan bimbingan Tugas Akhir minimal 8x. Dengan begitu
mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian sidang
tugas akhir. Selain daripada itu, saya juga telah melakukan bimbingan tutorial kepada mahasiswa. Terutama sekali yang dibahas
adalah tentang kendala mahasiswa dalam menghadapi pelajaran tertentu atau juga
bimbingan dalam hal permasalahan yang dihadapi mahasiswa sebagai remaja.
Dalam mengajar saya juga telah
memberikan contoh dengan selalu membawa kamus ke dalam kelas, karena tanpa
kamus dapat dikatakan mustahil belajar bahasa Inggris mengingat keterbatasan
manusia dalam menghapal semua kosa kata dalam bahasa Inggris. Dengan begitu maka
mahasiswa menjadi lebih siap apabila di dalam materi pelajaran terdapat kata
kata yang sulit untuk dipahami.
Begitu juga dalam mengajar di
laboratorium bahasa, maka saya sudah mempersiapkan sebelumnya, antara lain:
mengecek apakah semua peralatan yang ada dapat dipergunakan, mempersiapkan
bahan seperti kaset, handsout song program, tape player, headset dan lain lain.
Karena satu saja perlengkapan tidak maksimal akan mengganggu jalannya proses
belajar mengajar yang ada di laboratorium bahasa.
Terhadap teman sejawat saya juga telah
membantu di dalam tim dan menyelesaikan tugas tepat waktu seperti dalam
membantu membuat laporan penelitian atau laporan pengabdian masyarakat.
Terhadap atasan maka saya telah
menjalankan sesuai Surat Perintah Tugas yang diberikan kepada saya selama ini
contohnya dengan melakukan pembuatan soal bahasa Inggris, mengoreksi soal,
melakukan wawancara selama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Akademi
Pariwisata Medan.
4.KETELADANAN
Dalam bertemu dengan mahasiswa,
karyawan, staf pengajar, dosen maka saya telah melakukan greeting dengan
menggunakan bahasa Inggris seperti: “Good
morning. How are you?” untuk membiasakan orang-orang di lingkungan kampus
menjadi terbiasa menggunakan bahasa Inggris.
Saya juga telah membantu teman-teman
sesama dosen non bahasa yang ingin memperbaiki tulisan mereka di dalam bahasa
Inggris seperti abstract karena tidak selamanya program penerjemahan dapat
menghasilkan terjemahan yang tepat.
Dalam mengajar, saya telah memberikan contoh cara pengucapan bahasa Inggris mahasiswa yang benar seperti cara mengucapkan “thank you”. Walau sederhana, namun
masih ada sebagian mahasiswa yang mengucapkannya sebagai /taenk yuw/, padahal yang
benar adalah /thaenk yuw/ dengan cara meletakkan ujung lidah ke atas
di belakang gigi depan. Dengan begitu maka mahasiswa dapat membedakan cara
pengucapan “th” dan “t’ karena magic word
thank you adalah ucapan yang sering muncul dalam melayani tamu. Saya juga dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua mahasiswa mampu
berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar. Terkadang saya juga menemukan
mahasiswa yang berasal dari luar daerah atau boleh dikatakan dari daerah
terpencil. Saya pernah bertanya tentang bagaimana mereka belajar bahasa Inggris
selama ini, maka mahasiswa mengatakan bahwa di tempat asalnya memang sama
sekali belum ada kursus bahasa Inggris. Dalam hal tersebut saya dapat
memakluminya. Sehingga saya jarang marah apabila kemampuan bahasa Inggris
mahasiswa tersebut pas-pasan. Apabila saya marah dalam mengajar, akibatnya
mahasiswa dapat membenci saya atau bahkan membenci pelajaran bahasa Inggris
selamanya. Dengan terus memotivasi bahwa bahasa Inggris bukanlah bahasa kita,
sehingga membuat salah itu wajar. (Making
mistake is normal).
Dalam memberikan motivasi, saya sering
mengatakan di kelas bahwa: bahasa Inggeris adalah bahasanya orang sukses. Saya
juga menceritakan tentang seorang yang kaya raya dan bisa keliling dunia, namun
tidak bisa berbahasa Inggris. Akibatnya orang itu merasa menyesal karena ketika
dia ingin mengetahui tentang suatu obyek wisata di luar negeri dan ingin
bertanya kepada pemandu wisata, orang itu hanya diam karena tidak bisa bertanya
dalam bahasa Inggris. Saya mengatakan itulah sebagian dari manfaat belajar
bahasa Inggris.
5.KETERBUKAAN TERHADAP KRITIK
Bagi saya kritik adalah suatu hal yang
dapat membentuk seseorang untuk menjadi lebih baik lagi. Yang dapat melihat
kekurangan saya adalah orang lain, tentulah kalau saya yang menilai belumlah
se-obyektif pendapat dari orang lain. Apabila saya menerima kritik dalam
persepsi yang positif, maka saya dapat memperbaiki diri saya sendiri.
Pada saat pertama saya bergabung di
Akademi Pariwisata Medan, saya mendapat kritikan apa yang saya ajarkan dengan
buku diktat terkadang berbeda dengan situasi di tempat praktek. Kemudian saya
mencari tahu bagaimana sebenarnya situasi di tempat praktek, sehingga hal ini
memudahkan saya dalam mengajar karena dapat disesuaikan dengan praktek
mahasiswa. Akademi Pariwisata Medan mempunyai dua jurusan yaitu Perhotelan dan
Pariwisata. Pada kesempatan pertama, saya mengunjungi kitchen. Dengan melihat bagaimana mahasiswa pada saat praktek, saya
kemudian mengetahui bahwa untuk mengajar mahasiswa kitchen haruslah sevariatif mungkin karena mahasiswa sudah
mengalami jadwal yang sibuk selama praktek. Saya juga dapat melihat langsung
bagaimana mahasiswa melakukan praktek di kitchen.
Kemudian saya juga melihat mahasiswa praktek di restoran Akademi Pariwisata
Medan. Hasilnya saya mengetahui suasana langsung di ruang praktek mahasiswa
karena di sinilah sebagai dosen bahasa
Inggris saya dapat memperbaiki mahasiswa dalam berbicara, contoh: mahasiswa ada
yang bertanya: “Are you finished?” (yang
berarti apakah anda sudah meninggal?) sedangkan pertanyaan yang sebenarnya
adalah: “Have you finished?” (yang
artinya apakah anda sudah selesai?). Kemudian saya juga dapat memperbaiki
pengucapan yang sering salah diucapkan seperti steak /steik/ yang sering salah diucapkan menjadi /stik/.
Begitu juga ketika saya mengikuti
praktek mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata dalam melakukan city tour. Dengan mengikuti city
tour tersebut maka saya dapat memberi masukan juga kepada mahasiswa baik
secara langsung di tempat atau pada saat mengajar mahasiswa di kelas. Dalam
simulasi keliling kota Medan ini, maka pemandu yaitu seorang mahasiswa
berhadapan dengan teman-teman sekelasnya seolah-olah sebagai wisatawan manca negara.
Dalam hal ini terjadi interaksi yaitu tanya jawab tentang beberapa objek wisata
di Medan seperti Istana Maimoon dan taman buaya Asam Kumbang.
Dengan terbuka terhadap kritik
yang positif, maka menjadi bermanfaat bagi saya dan semakin berkesesuaian karena
saya sudah pernah melihat langsung dan mengikuti praktek di lapangan bersama
dengan mahasiswa. Masukan dari mahasiswa adalah agar saya juga mengajarkan
tentang grammar. Untuk itu maka saya
juga telah mengajar grammar
disesuaikan dengan kekurangan mahasiswa tersebut.
Masukan dari teman sejawat yaitu agar
kami dapat membantu mereka memperlancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris,
minimal selama mereka berada di Ruang Bahasa. Maka kami telah dengan senang
hati membantu teman sejawat tersebut.
Begitu juga ketika atasan meminta saya
agar lebih menggunakan metode mengajar yang variatif, maka saya dapat
menerimanya dan memperbaikinya.
6.PRODUK KARYA ILMIAH
Jurnal yang telah saya buat dan telah
diterbitkan adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian yang sudah dipublikasikan
dalam bentuk jurnal berjudul “Studi kemampuan berbahasa Inggris bagi karyawan
hotel di Berastagi.” Penelitian ini dilakukan pada tahun 2007. Hasilnya dapat memberikan saran kepada pihak hotel untuk
memberikan pelatihan dalam bahasa Inggris bagi karyawan hotel setempat.
2.Studi Potensi Danau Lau kawar pada
tahun 2008, untuk mengetahui potensi apa saja yang dapat dikembangkan nantinya.
Penelitian ini sudah diterbitkan dalam bentuk jurnal, merupakan langkah awal
untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan. Ternyata ada banyak hal yang dapat
dikembangkan di sana. Mengingat selama ini wisatawan dari Medan hanya
mengunjungi Berastagi kemudian kembali ke Medan atau langsung melanjutkan ke
Pulau Samosir dan melewatkan Danau Lau Kawar. Padahal objek wisata Danau Lau
Kawar masih terlihat alami berbeda dengan Danau Toba sekarang yang sudah banyak
ditanami budi daya keramba ikan. Sehingga Danau Lau Kawar layak untuk terus
dikembangkan mengingat potensi yang ada.
3.Jurnal yang telah terbit pada tahun 2010
yang berjudul Pengaruh gaya mengajar terhadap kemampuan berkomunikasi. Selama
ini saya kurang mengetahui tentang gaya belajar mahasiswa. Dengan mengadakan
penelitian ini saya belajar bagaimana menghadapi tipe mahasiswa yang ternyata saat diajarkan
harus dengan metode yang berbeda juga disesuaikan dengan gaya belajarnya.
7.MAKNA DAN KEGUNAAN
Kegunaan dari penelitian ini bagi saya
adalah untuk mendapatkan angka kum dari penelitian, selain angka kum dari
mengajar dan pengabdian kepada masyarakat.
Adapun kegunaan bagi masyarakat adalah
sebagai berikut:
1.Untuk mengetahui bagaimana kemampuan
karyawan dalam menghadapi tamu dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa
Inggris karyawan dapat percaya diri dalam meng-handle setiap tamu yang datang.
Dengan banyaknya tamu yang datang berkunjung maka akan dapat menambah devisa
negara. Dengan semakin banyak wisatawan yang datang ke Berastagi maka usaha
kreatif masyarakat setempat seperti penjualan souvenir menjadi bergairah.
2.Untuk mengetahui potensi apa saja
yang ada dan dapat dikembangkan. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa
Danau Lau Kawar menyimpan potensi yang sangat menarik. Misalnya dapat dilakukan
trekking sehingga dapat membantu menambah penghasilan kepada penduduk setempat
yang menjadi pemandu jalan.
3.Untuk mengetahui gaya belajar
mahasiswa. Saya sebagai dosen berusaha mencari tahu gaya belajar mahasiswa yang
saya ajar karena dengan begitu memudahkan bagi saya dalam mempersiapkan bahan
ajar. Gaya belajar mahasiswa sedapat mungkin terwakili sehingga mahasiswa
tersebut dapat “ikut” dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh,
mahasiswa dengan gaya belajar audio akan
merasa nyaman belajar apabila saya memberikan program listening baik itu
percakapan di hotel atau restoran atau bisa juga dengan song program di laboratorium
bahasa. Mahasiswa dengan tipe visual
akan merasa nyaman apabila melihat langsung film dan saya dapat menerangkan perbedaan
American English dan British English. American English
biasanya diucapkan flat sedangkan British English lebih mengutamakan
intonasi. Mahasiswa dengan tipe kinestetik menjadi lebih mudah apabila saya
berikan permainan peran (role play).
8.NILAI INOVATIF
1.Pihak manajemen hotel yang ada di Berastagi
dapat mengetahui cara meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi karyawannya.
Sekarang ini sudah banyak sekali pelajaran bagaimana meningkatkan kemampuan
berbahasa Inggris baik berupa buku maupun di internet. Oleh karena bahasa
Inggris yang dipergunakan di hotel adalah English
for Specific Purpose maka hal ini sangat tepat kami ajarkan karena memang
sudah menjadi tugas kami dalam mengajar di Akademi Pariwisata Medan.
2.Pihak terkait setempat menjadi
mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah
dan ekonomi kreatif bagi penduduk setempat. Danau Lau Kawar mempunyai potensi
untuk lebih dipromosikan oleh pihak terkait mengingat jaraknya yang dekat
dengan kota Medan dibandingkan dengan Danau Toba.
3.Saya dapat mengetahui gaya belajar mahasiswa
sehingga dapat memaksimalkan nya dengan fasilitas mengajar yang ada. Artinya saya mempersiapkan kaset yang sesuai dengan materi yang saya ajarkan
karena hal ini sesuai untuk mahasiswa bertipe audio. Dengan
melakukan persiapan maka saya mengetahui kapan materi listening tersebut diperdengarkan
kepada mahasiswa. Mahasiswa juga mendapat manfaat karena menjadi tahu aksen
dari native speaker yang sebenarnya.
Untuk mahasiswa tipe visual maka saya telah menyediakan film yang sesuai dengan
penggunaan aksen yang berbeda yaitu American
English dan British English.
Untuk film yang menggunakan aksen American
English dapat dicari namun kesulitan yang saya rasakan dalam hal film
dengan aksen British English kalaupun ada biasanya film bertema lama. Sedangkan untuk
mahasiswa kinestetik biasanya saya langsung mengajarkan sesuai topic yang ada
misalnya permainan peran dalam memesan makanan di restoran. Biasanya
seorang menjadi waiter dan dua orang
menjadi tamu sudah bisa dilakukan.
9.KONSISTEN
Sebagai alumni sarjana Bahasa dan Sastra
Inggris S1 dan S2 maka saya sampai sekarang
tetap mengajar bahasa Inggris karena menurut saya bahasa Inggris itu
adalah kunci bagi seluruh ilmu pengetahuan yang ada karena hampir semua tulisan
ilmiah atau buku-buku bermutu yang
terbit adalah dalam bahasa Inggris, begitu juga dengan tulisan di
internet. Berbeda dengan pendapat beberapa orang yang mengambil jurusan S2 yang
berbeda dengan S1, maka saya tetap mengambil jurusan yang sama dengan S1 yaitu S2 Bahasa dan Sastra Inggris karena dengan
belajar secara berkesinambungan dan linear saya menjadi semakin mengetahui
tentang sejarah bahasa Inggris modern yang dipelopori oleh Geofrey Chaucer.
Apabila saya ke toko buku, maka saya
menyempatkan diri untuk melihat ke bagian bahasa Inggris karena hal ini sangat membantu
saya karena ada beberapa buku dengan topic-topik baru atau juga bahkan metode
yang bisa diterapkan kepada mahasiswa. Juga melalui internet, saya
mengusahakan untuk membaca artikel dalam bahasa Inggris sehingga
kemampuan bahasa Inggris saya tidak menurun. Bahasa Inggris memang harus rajin dipraktekkan karena kalau
tidak dipraktekkan maka bisa terlupakan.
Saya telah membantu teman sejawat
dalam kaitan apabila ada yang mereka tanyakan tentang bahasa Inggris. Dengan
saling membantu maka pada saat saya memerlukan bantuan mereka juga dengan
senang hati menolong saya.
Saya telah mengerjakan penugasan yang
telah diberikan oleh Direktur sebagai atasan misalnya ketika diminta mewakili
Akademi Pariwisata Medan untuk mengikuti seminar.
10.TARGET KERJA
Selama ini di Akademi Pariwisata
Medan, saya telah mengajar di Jurusan Perhotelan dan saya sering mendapatkan
kelas di Program Studi Manajemen Tata Boga. Untuk itu, maka saya telah menyesuaikan
bahan ajar sesuai dengan jumlah pertemuan yang telah ditetapkan sesuai dengan
kalender akademik yang dibuat oleh Sub Bagian Akademik. Adapun mahasiswa
Akademi Pariwisata Medan mempunyai tiga tingkatan yaitu: mahasiswa tahun
pertama disebut Basic, mahasiswa tahun kedua disebut Middle dan mahasiswa tahun
ketiga disebut Upper. Saya telah
berusaha memenuhi hal hal sebagai berikut, yaitu setelah perkuliahan selesai
maka untuk mahasiswa Basic diharapkan mampu menjelaskan dalam bahasa Inggris:
bagaimana cara memperkenalkan diri,
bagaimana mengeja dengan American Spelling Board (alpha, bravo, charlie
dan seterusnya), bagaimana kisah terjadinya Danau Toba dan lain lain. Lalu Untuk
mahasiswa Middle diharapkan mampu menjelaskan tentang: satuan makanan seperti: a loaf of bread, a
drop of water, a lump of sugar, a bottle of milk dan lain lain. Mahasiswa tata
boga diharapkan sudah mampu dalam menjelaskan nama nama bumbu, sayur, ikan
dalam bahasa Inggris seperti: ginger = jahe, nutmeg = pala, radish = lobak
merah, turnip = lobak putih, bamboo shot = rebung, shrimp paste = terasi,
cabbage = kol, starfruit = belimbing, snakeskin fruit = salak, anchovy = ikan
teri dan lain lain. Satu di antara cara mengajarnya yang sesuai menurut saya
adalah dengan kartu kecil bertuliskan misalnya: kentang, maka mahasiswa
tersebut harus menjawabnya dengan: potato. Selanjutnya untuk mahasiswa Upper
setelah perkuliahan selesai diharapkan mampu menulis dalam bahasa Inggris
tentang: membuat curriculum vitae, menulis surat lamaran, mempersiapkan diri
dalam interview dalam mencari pekerjaan.
Mengajarkan mahasiswa tata boga agak
sedikit berbeda dengan program studi lain, yaitu dalam kelas teori saya
mengajar mahasiswa dengan sedikit rileks mengingat satu minggu sebelumnya
mahasiswa telah praktek di dapur yang sangat melelahkan.
Setelah perkuliahan selesai, maka saya
telah menyiapkan nilai sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
Dari pengalaman saya selama beberapa
tahun mengajar di kelas Tata Boga,
akhirnya saya dapat menyusun sebuah diktat yang berjudul “English for Kitchen”
untuk dapat dipergunakan sebagai bahan ajar di kelas middle jurusan Manajemen
Tata Boga.
Kepada atasan, maka selesai melakukan
dinas luar kota maka saya telah menyiapkan laporan pelaksanaan tugas kepada
Direktur Akademi Pariwisata Medan.
11.PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
1.Pada tahun 2007 saya mendapat
kesempatan untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu mengajar
bahasa Inggris kepada anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi. Kegiatan ini sangat
berguna bagi mereka karena bahasa Inggris dapat menjadi bekal di kemudian hari
kelak. Ada pun murid-muridnya yang berjumlah
sekitar 25 orang dan masih seusia SD tersebut adalah korban gempa di
Pulau Nias yang terjadi tahun 2005. Dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka
tetap menunjukkan semangat yang menyala dalam belajar bahasa Inggris. Dengan
semangat belajar yang tinggi maka saya sebagai instruktur bahasa Inggris
menjadi semakin termotivasi dalam mengajar mereka dalam artian, terus memom/pa
semangat mereka bahwa bencana alam tersebut bukanlah akhir dari segalanya.
Proses belajar mengajar saya lakukan
dengan pendekatan komunikatif melalui pair work (berpasangan), kerja kelompok
maupun dialog. Juga diikuti dengan aktifitas yang dapat merangsang minat
belajar seperti melakukan permainan yang berkaitan dengan topic dan pengenalan
kosa kata baru.
Saya tanamkan bahwa mereka tetap
mempunyai masa depan yang cerah seperti anak bangsa lainnya yang ada di
Indonesia ini.
2.Saya sebagai satu di antara dosen
bahasa Inggris di Akademi Pariwisata Medan dalam setiap tahun ajaran baru
ditugaskan untuk membuat soal bahasa Inggris secara kolektif, mengawas ujian
masuk, mengoreksi soal bersama Tim Bahasa dan melakukan wawancara bahasa
Inggris. Kegiatan ini
sudah saya lakukan dari tahun 2002 sampai sekarang (2012).
3.Pelatihan pembuatan pupuk di Panti
Asuhan Mamiyai.
Selain pengabdian di bidang bahasa Inggris, maka saya
juga pernah ikut mengadakan pelatihan pembuatan pupuk. Maksud dari pembuatan pupuk ini adalah untuk menggantikan
pemakaian pupuk kimia karena sebagian orang belum mengetahui bahwa membuat
pupuk sendiri itu adalah mudah. Yang sedikit memakan waktu adalah pembuatan
“bibit pupuk” itu sendiri yang terdiri dari bahan dasar: terasi, vetsin, usus
ayam dan lain lain. Yang kemudian
dicampur dengan bekas potongan rumput. Dengan membiarkan campuran tersebut
dalam beberapa hari maka sudah didapat pupuk yang siap dipergunakan.
12.DAMPAK PERUBAHAN
1.Murid murid panti asuhan mengetahui
dasar dasar dalam bahasa Inggris seperti kosa kata sehari hari, tense sederhana
yaitu Present Tense, Past Tense dan Future Tense dan juga mereka menjadi berani
berbicara karena saya telah mengajarkan dengan cara drilling yaitu mengulang
murid untuk mengucapkan kata secara bersama-sama. Hal ini cukup mengharukan karena mereka dapat
tetap belajar walau kondisi yang serba terbatas mengingat mereka adalah
anak-anak yatim piatu korban gempa Nias.
2. Dengan perencanaan yang maksimal,
maka semua proses penerimaan
mahasiswa baru di Akademi Pariwisata Medan tersebut dapat menjadi semakin baik karena
segala bentuk kekurangan dapat terus dikaji dan diminimalisir untuk tahun tahun
berikutnya. Juga dari hasil interview dapat diketahui sebaran informasi yang
belum merata sehingga perlu
terus dipertahankan bagaimana mempromosikan agar tamatan SMU yang ada di
Sumatera mau melanjutkan kuliah di bidang pariwisata.
3.Anak-anak Panti Asuhan Mamiyai
sekarang sudah bisa membuat pupuk sendiri. Pupuk ini dapat dibuat dengan biaya murah,
juga alamiah sebagai pengganti pupuk kimia dlam membantu menyuburkan dan
meningkatkan hasil panen. Dengan begitu maka anak anak panti asuhan menjadi
mengetahui sedikit demi sedikit bagaimana cara menambah
uang saku mereka karena biasanya mereka akan dilepas ke masyarakat begitu
menamatkan SMU.
13.DUKUNGAN MASYARAKAT:
1.Pengurus dari panti asuhan Terima Kasih Abadi ini sangat mendukung dengan
menyediakan sebuah ruangan kelas, membantu mengkoordinir dalam mengumpulkan
murid-murid dan juga memberi masukan agar saya terus memotivasi mereka. Dengan adanya dukungan dari pengurus ini
maka proses belajar mengajar menjadi lancar. Juga apabila terjadi perubahan
jadwal maka saya dapat memberitahukan kepada pengurus tersebut.
2.Peran serta calon mahasiswa baru dapat
dikatakan aktif. Hal ini dapat terlihat dari calon mahasiswa yang mendaftar. Calon
mahasiswa cukup berminat untuk belajar tentang pariwisata, oleh karena itu dengan
adanya Akademi Pariwisata Medan maka tamatan SMU dan SMK dapat mendaftar dan
melanjutkan pendidikan di bidang pariwisata. Untuk memenuhi keinginan
masyarakat maka Akademi Pariwisata Medan telah membuka program ADH
(Administrasi Perhotelan), MPPP (Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata)
dan MPI (Manajemen Patiseri).
3.Pengurus Panti Asuhan Mamiyai sangat
senang dan bahkan mengikuti selama kami menjelaskan tentang cara pembuatan
pupuk tersebut. Mereka juga bertanya apakah kami dapat membantu menjelaskan
apabila setelah pengabdian masyarakat ini mereka masih mempunyai pertanyaan,
dan kami katakan bahwa kami dengan senang hati menolong berdasarkan pengalaman
kami dalam membuat pupuk tersebut.
14.KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
1.Dalam mengajarkan bahasa Inggris
kepada anak-anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi, maka setelah menerangkan saya
akan bertanya tentang pemahaman murid-murid tentang topic yang telah saya
ajarkan tersebut. Hal ini penting karena sebagai pengajar saya ingin tahu
bagaimana daya serap mereka terhadap pelajaran yang saya berikan. Saya tahu hal
ini tidak mudah karena di usia yang masih belia mereka sudah harus mandiri dan
terpisah dari keluarganya. Dalam dialog tersebut maka saya menerangkan kembali
suatu topic yang kurang mereka mengerti.
2.Saya
berkordinasi dengan Kepala Unit Bahasa Akademi Pariwisata Medan terkait
dengan persiapan pembuatan soal bahasa Inggris. Berkordinasi dengan Sub Bagian
Kemahasiswaan sebagai panitia penyelenggara penerimaan mahasiswa baru dalam
mengawas ujian tertulis.
Kami juga sebagai tim bahasa
melaksanaan koreksi soal ujian masuk bahasa Inggris. Juga saya melakukan
wawancara langsung dalam bahasa inggris terhadap calon mahasiswa baru. Kepada
masyarakat yang bertanya, maka saya dapat menjelaskan bahwa Akademi Pariwisata
Medan adalah satu dari empat UPT (Unit Pelaksana Teknis) selain di Sekolah
Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Bali dan Akademi Pariwisata Makasar.
3.Sebelum memberikan materi tentang
pembuatan pupuk, maka kami telah disambut di ruangan administrasi panti asuhan
tersebut dan di sana kami menerangkan tentang apa saja kegiatan yang akan kami
bawakan. Saya sebagai satu di antara instruktur telah membantu untuk membuka
pengabdian masyarakat tersebut, sehingga anak-anak Panti Asuhan Mamiyai dapat
memahami bahwa proses pembuatan pupuk itu sebenarnya mudah dan dapat dipelajari
sendiri.
15.KEMAMPUAN KERJASAMA
A.Sebelum mengajar bahasa Inggris di
Panti Asuhan Terima Kasih Abadi ini, maka saya sudah mempersiapkan folder
materi bahan ajar, yang juga di dalamnya saya sertakan nama-nama peserta,
berikut lembar berita acara dan saya juga telah menyusun silabus dalam satu
paket. Saya juga telah berbicara kepada pihak pengurus panti asuhan tersebut
dalam menetapkan hari mengajar dan jam mengajar yang sesuai karena biasanya
saya mengajar mereka setelah mereka kembali dari ladang.
B. Saya bekerja dalam tim selama berlangsungnya penerimaan mahasiswa baru
di Akademi Pariwisata Medan. Kami juga bekerja dengan menentukan prosedur pembuatan soal
bahasa Inggris
sebagaimana yang telah ditentukan oleh Kepala Unit Bahasa,
kemudian saya juga ikut mengawas ujian tertulis, mengoreksi soal bahasa Inggris
bersama dengan dosen bahasa yang lain, dan bersama dengan dosen program studi
lain melakukan interview terhadap calon mahasiswa baru Akademi Pariwisata
Medan.
C.Saya telah membantu mempersiapkan
bahan-bahan dalam pembuatan pupuk ini yaitu rumput bekas pemotongan yang biasanya
dibuang ke tong sampah. Ternyata limbah yang selama ini dibuang begitu saja
apabila diolah dapat menghasilkan pupuk dan dapat dijual oleh anak-anak Panti
Asuhan Mamiyai tersebut. Kami juga ikut membagikan handsout kepada anak-anak
panti asuhan dan membantu menerangkan apabila ada yang kurang mereka pahami.
16.IMPLEMENTASI KEGIATAN DARI USULAN/PEMIKIRAN
Untuk membantu dalam menyusun jadwal
perkuliahan di Akademi Pariwisata Medan (who teach what) maka kami dari Tim
Bahasa selalu membuat rapat kecil bagi tim bahasa minimal seminggu sebelum
rapat yang diadakan oleh Sub Bagian Akademik dan sudah menentukan nama kelas
dan pengajarnya. Dengan begitu maka semua dosen bahasa sudah mengetahui kelas
mana yang akan mereka ajarkan di semester depan sehingga dalam rapat manajemen
tentang penyusunan jadwal mengajar maka para dosen bahasa tinggal mencocokkan
hari dan jamnya saja .
Saya juga telah memberikan saran
kepada pihak manajemen agar menyediakan infokus di setiap ruang kelas dan juga
melakukan renovasi terhadap laboratorium bahasa yang lama. Dengan pertimbangan
bahwa hampir semua bahan ajar di laboratorium bahasa telah menggunakan CD atau
VCD. Juga saya memberikan saran agar di laboratorium bahasa tersebut agar dapat menggunakan layar
lebar dan satu monitor di depan meja instruktur.
Saya juga telah memberikan saran
kepada pihak manajemen agar menyediakan lapangan sepak bola dan tenis meja
karena sesuai dengan Men Sana in Corpore Sano, yaitu di dalam tubuh yang kuat terdapat
jiwa yang sehat.
Juga saya memberikan saran agar dibuat
semacam kolam dan pos satpam karena kolam dapat membantu kita untuk relaksasi
pikiran setelah jenuh bekerja dan pos satpam berguna untuk menjaga keamanan di
lingkungan kampus Akademi Pariwisata Medan.
17.DUKUNGAN INSTITUSI
Pihak Sub Bagian Akademik telah
terbantu dalam hal penyusunan jadwal mengajar untuk semester berikutnya karena
Tim Bahasa sudah memberikan rancangan jadwal mengajar para dosen bahasa yang
merupakan hasil dari Rapat Tim Bahasa. Dengan demikian, maka para dosen program
studi dan dosen umum menjadi terbantu dalam menentukan jadwal mengajar sehingga
tidak ada jadwal yang bersamaan.
Juga pihak manajemen Akademi
Pariwisata Medan telah mengadakan fasilitas infokus di ruangan kelas sehingga
memudahkan proses belajar mengajar karena mahasiswa dapat melihat langsung
gambar-gambar yang ada di layar tersebut.
Sekarang di kampus juga sudah ada
laboratorium bahasa yang baru. Sehingga hal ini memudahkan bagi kami sebagai
dosen bahasa dalam mengajarkan listening dan film yang menggunakan aksen
British English. Fasilitas laboratorium bahasa sangat penting karena mahasiswa
dapat mendengar langsung dengan menggunakan headset suara yang diucapkan para
native speaker. Dengan terbiasa mendengar maka mahasiswa tersebut menjadi
terlatih apabila berhadapan langsung dengan orang asing.
Pihak manajemen juga sudah menyediakan
lapangan bola kaki dan tenis meja. Adapun lapangan bola kaki terdapat di luar
yaitu outdoor sedangkan sarana tenis meja terdapat di dalam atau indoor. Dengan
adanya sarana tenis meja di dalam ruangan memudahkan bagi siapa saja yang ingin
bermain karena bebas dari gangguan angin
18.KENDALI DIRI
Saya
berusaha untuk sabar dalam melakukan bimbingan terhadap mahasiswa antara lain dalam membuat
Tugas Akhir. Saya biasanya melihat dari kacamata mahasiswa yang mana mereka
belum pernah membuat Tugas Akhir sama sekali. Dengan kesabaran maka proses
membimbing tidak akan memberatkan kepada saya sebagai dosen pembimbing. Terkadang
mahasiswa Akademi Pariwisata Medan kurang memahami buku pedoman penulisan tugas
akhir, sehingga tugas dosen pembimbing dalam hal ini dapat memberikan perbaikan
yang bermanfaat. Untuk memudahkan bagi
saya dan mahasiswa maka kami membuat kesepakatan terlebih dahulu. Kesepakatan
itu adalah mengenai hari dan waktu bimbingan sehingga tercapai minimal 8 kali
proses bimbingan.
Sebagai dosen maka dibutuhkan kondisi
fisik dan mental yang baik. Untuk selalu menjaga kebugaran fisik, maka saya
membiasakan diri berlatih tenis meja minimal sekali dalam dua minggu. Dengan
berolahraga maka beban pikiran dapat dikeluarkan.
Dalam menemui persoalan, maka saya
tetap mengedepankan cek dan ricek dan mendengar dari beberapa pihak. Apabila
mendengar informasi dari satu pihak maka hasilnya akan menjadi subjektif.
Saya juga berpikir positif dan
menganggap semua masalah yang ada pasti ada hikmah di balik semua itu. Sehingga
saya terus berproses ke arah yang lebih baik di dalam menghadapi kehidupan ini.
Dalam interaksi dengan sesama dosen
yang lain, maka saya tetap berusaha tenang apabila menemukan perbedaan
pendapat. Sehingga setiap masalah dapat dicarikan jalan keluar yang terbaik.
19.TANGGUNGJAWAB
Sebagai dosen maka saya telah
melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: melaksanakan pengajaran, melakukan
penelitian dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Menjadi dosen saat ini tidaklah sama
dengan di masa lalu. Apabila kita tidak mengimbangi dengan mengikuti
perkembangan yang ada, maka kita akan tertinggal dari mahasiswa. Sebagaimana
yang kita ketahui, dengan tidak adanya batas informasi dalam era internet
sekarang ini, mahasiswa bisa jadi akan mempunyai lebih banyak waktu untuk
membuka internet daripada dosennya.
Agar dapat menambah wawasan
pengetahuan, saya membaca buku buku seperti:
Smart Teaching karangan Agung Webe adalah satu di antara buku menarik bagi saya, karena
dalam buku ini seorang dosen dapat menjadi tahu intonasi suara yang dipakai
disesuaikan dengan jam mengajar. Mengajar pada jam 08.00 tentunya berbeda
dengan mengajar pada jam 15.00 wib.
Buku menarik lainnya adalah Sekolahnya
Manusia karangan Munif Chatib dan the Power of Learning Style karangan Barbara
Prasnig. Buku ini menjadi perhatian khusus buat saya karena merupakan cermin
dari kondisi kemampuan bahasa Inggris para tamatan SMU sekarang ini. Sesuai
hasil penelitian yang dilakukan oleh Marpaung di Samosir tahun 2009, kebanyakan
murid SMA yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik akan cenderung
mendaftar di PTN favorit daripada di
Akademi Pariwisata Medan. Mengajar mahasiswa yang memiliki dasar bahasa Inggris
yang kuat adalah hal biasa karena kita sepertinya hanya memoles mereka. Akan
tetapi, mengajar atau memotivasi mahasiswa yang buta sama sekali terhadap
bahasa Inggris adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya. Berdasarkan
pengalaman saya, mahasiswa yang buta sama sekali terhadap bahasa Inggris dapat menguasai
bahasa Inggris setelah kuliah 3 tahun namun sebatas hanya berkemampuan
berkomunikasi dalam bahasa Inggris saja, namun ianya akan lemah di bidang
grammar atau koresponden dalam bahasa formal.
Begitu juga dalam melakukan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat maka saya telah ikut melakukannya baik yang
diadakan di Medan maupun di luar Medan.
20.KETEGUHAN PADA PRINSIP
Saya mempunyai prinsip bahwa tidak ada
mahasiswa yang bodoh dalam berbahasa Inggris. Yang ada hanyalah bahwa kita
sebagai dosen belum mengetahui gaya belajar mahasiswa. Saya senang mengajar
song program kepada mahasiswa, yang mana mereka akan merespon positif terutama
mahasiswa bertipe audio. Apapun yang
terjadi saya tetap memotivasi mahasiswa yang mempunyai kemampuan berbahasa Inggris
yang lemah agar mau terus belajar dengan memberi contoh bahwa saya juga dulu
sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Berdasarkan pengalaman saya ketika ikut
kursus bahasa Inggris sejak kelas 1 SMP, maka ada beberapa kawan yang bercanda dan mengatakan sok inggris.
Kalau ujian mental ini sudah bisa kita atasi maka ke depan mudah-mudahan akan
menjadi mudah bagi kita menyerap pelajaran bahasa Inggris. Karena memang tekad saya
yang kuat, ditambah dorongan orangtua, akhirnya
saya bisa berbahasa Inggris sedikit demi sedikit. Kemampuan saya berkomunikasi
dengan native speaker pertama kali teruji pada saat kelas 1 SMA di mana dengan
bantuan seorang teman yang mahir dalam membuka percakapan, akhirnya saya berani
berbicara langsung dengan seorang native speaker walau dengan kalimat yang
sederhana seperti, “Where are you from, Sir?” Namun dari sebuah kalimat
sederhana ini dapat mengantar saya menjadi berani untuk selanjutnya tidak
canggung lagi untuk berkomunikasi dengan orang asing.
21.PERAN PADA KEGIATAN MAHASISWA
1) Saya sebagai anggota koordinator
seksi acara/musik pada saat kegiatan Job Fair yang diadakan di Akademi
Pariwisata Medan tahun 2011, telah membantu dalam hal kegiatan mahasiswa dalam
membentuk kelompok band yang tampil pada acara tersebut. Saat mereka kesulitan
dalam mencari susunan pemain band, maka saya telah memberikan saran bagaimana
baiknya. Juga saya ikut menentukan jadwal latihan sebelum tampil sebenarnya.
Saya juga memberikan masukan tentang alat yang mereka pergunakan karena
biasanya instrument pada saat tampil sebenarnya biasanya lebih canggih daripada
saat latihan. Untuk itu saya telah menyarankan agar mereka rajin latihan agar
waktu tampil di panggung tidak menjadi nervous.
2) Sebagai seorang Pembina untuk acara
Kuliah Tauhid, maka saya juga telah membantu dalam hal pelaksanaan acara yang
dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Mulai dari persiapan penentuan tempat, materi
acara dan juga instruktur maka saya selalu berkordinasi dengan mahasiswa.
Dengan demikian mahasiswa juga dapat belajar bagaimana mempersiapkan sebuah
kegiatan yang berlangsung. Kegiatan yang berlangsung selama tiga malam itu
mendapat sambutan positif baik dari mahasiswa maupun orangtua. Dalam kegiatan
ini mereka mendapat pencerahan di bidang rohani selain mendapat pelajaran
tentang pariwisata.
22.IMPLEMENTASI PERAN
1) Di dalam pelaksanaan penampilan
band tersebut ternyata membawa kemudahan kepada mahasiswa, baik sebelum tampil,
selama tampil maupun sesudah tampil.
Persiapan band mahasiswa sebelum tampil di panggung adalah dengan cara mencoba
alat-alat yang telah disediakan oleh pihak sound system karena biasanya hal ini
berbeda dengan alat pada saat latihan di studio. Dengan mengetahui karakter
suatu alat maka hal ini memudahkan bagi pemain. Contohnya seorang gitaris harus
menyesuaikan dengan karakter gitar yang disediakan begitu juga efeknya. Pada
saat tampil maka mahasiswa dapat membawakan lagu-lagu sesuai dengan latihan.
Sesudah mahasiswa tampil maka biasa nya saya memberikan pesan agar mereka tetap
kompak sehingga tidak mengalami kesulitan dalam acara-acara yang akan diadakan
berikutnya di kampus Akademi Pariwisata Medan.
2) Dalam hal kuliah tauhid,
pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Sebagai Pembina maka saya turut
serta memberi masukan yang positif. Mahasiswa yang mengikutinya mendapat
manfaat karena di sela sela perkuliahan mahasiswa tetap dapat mendapat
pelajaran rohani dari instruktur yang berasal dari luar. Mengingat acara
dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka dalam tiga malam itu juga diadakan sahur
bersama, buka bersama dan dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah.
Dengan telah terselenggaranya
acara-acara tersebut maka pihak manajemen telah terbantu karena program yang
direncanakan dapat diimplementasikan sesuai rencana.
23.INTERAKSI DENGAN MAHASISWA
Saya senang berkomunikasi dengan
mahasiwa terutama sekali dalam hal mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggeris
mereka. Apakah mahasiswa tersebut berasal dari kelas yang saya ajar atau bukan, saya mengusahakan
agar mahasiswa tetap menjawab dalam bahasa Inggeris. Dimulai dari percakapan
sederhana sampai masalah mata pelajaran juga kami bahas. Saya juga memotivasi
mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Inggeris yang pasif agar terus belajar
karena dalam waktu 3 tahun pun bisa melancarkan bahasa inggeris mahasiswa
terutama dalam hal speaking.
Khusus di Ruang Bahasa maka sebelum
masuk mahasiswa musti mengetuk pintu, dan greeting dalam bahasa Inggris dan
mengungkapkan maksud kedatangannya. Maka mahasiswa itu berkata, “Good morning
Sir. I would like to see Pak Budi”, misalnya. Untuk yang kemampuan bahasa Inggerisnya
pasif maka mahasiswa menjadi termotivasi untuk terus belajar dalam meningkatkan
kemampuan bahasa Inggeris mereka.
Saya juga terkadang melakukan dialog
dengan mahasiswa dalam hal mata pelajaran karena dengan begitu kita menjadi
mengetahui permasalahan yang sedang mereka hadapi sekarang.
Juga dalam melakukan bimbingan Tugas
Akhir, saya ikut memberikan masukan bagaimana memilih judul dan sebagainya.
Untuk itu saya telah menyediakan waktu dalam membimbing penulisan yaitu minimal
8x bimbingan. Saya terus memberikan
masukan apa saja yang harus mereka persiapkan dalam menghadapi sidang Tugas
Akhir dan di dalam menguji saya juga memberikan perbaikan bila dirasa perlu.
24.MANFAAT KEGIATAN:
Dengan adanya English Area, maka mahasiswa
musti berkomunikasi dalam bahasa Inggris di area yang sudah ditetapkan. Setiap
mahasiswa yang masuk ke Ruang Bahasa Akademi Pariwisata Medan, maka kami para dosen bahasa akan mengajukan
pertanyaan: “Yes, how may I help you?” Biasanya akan terjadi dialog: “Excuse me
sir, I would like to see Mr/Mrs….”
Ada banyak kegunaan dari hal ini.
Mahasiswa menjadi semakin terlatih. Dosen pun juga dapat berbicara dengan topik
umum selain dari topik pelajaran apabila di kelas.
Dengan melakukan dialog dengan
mahasiswa maka saya dapat memberikan masukan atau jalan keluar dari
permasalahan mahasiswa tersebut.
Umumnya, di sinilah kami mendapati mahasiswa dengan
kemampuan berkomunikasi yang terbatas. Begitu mahasiswa masuk ke Ruang Bahasa
dan hanya menggunakan bahasa Indonesia, maka biasanya kami segera menyarankan
kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mengambil kursus bahasa Inggris begitu
selesai kuliah. Biasanya mahasiswa tersebut akan mengambil kursus di malam hari
atau bisa juga khusus untuk hari Sabtu saja karena perkuliahan di Akademi
Pariwisata Medan berlangsung mulai hari Senin sampai dengan Jumat. Apabila mahasiswa bebas dari masalah maka target mahasiswa untuk
tamat dalam jangka waktu 3 tahun dapat terealisasikan. Sehingga pada saat mahasiswa tamat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, maka dengan itu mereka dapat bekerja di bidang pariwisata karena
pariwisata adalah penyumbang devisa bagi
negara kita.
Manfaat bagi saya adalah menjadi
mengetahui kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa walaupun bukan berasal dari
kelas yang saya ajarkan.
Manfaat dari English Area ini adalah
pihak program studi perhotelan dan kepariwisataan menjadi terbantu karena dosen
yang ada di Ruang Bahasa terus memotivasi semua mahasiswa Akademi Pariwisata
Medan untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris setiap hendak menjumpai dosen
di Ruang Bahasa.
Manfaat dalam melakukan bimbingan
Tugas Akhir adalah mahasiswa mengetahui bagaimana sistematika penulisan,
bagaimana mengutip landasan teori dan lain lain. Juga mahasiswa dapat
mempersiapkan mental dalam menghadapi Sidang Tugas Akhir.