Back To Normal
Click Here To Subscribe Via Email

Subscribe To Our E-Mail Newsletter

Friday, April 24, 2015

Contoh Deskripsi Diri



ISIAN DESKRIPSI DIRI PORTOFOLIO DOSEN
TAHUN 2012
NAMA: YON SUPRAPTO
NO. PESERTA: -
NIP: -
RUMPUN ILMU: 531 – SASTRA (DAN BAHASA) INGGRIS

1.USAHA KREATIF
Pada saat pertama kali mengajar di Akademi Pariwisata Medan  pada tahun 2001, saya dapat mengatakan hal ini tidaklah mudah. Pertama karena saya bukanlah seorang lulusan IKIP Pendidikan Bahasa Inggris, melainkan  saya adalah  tamatan Bahasa dan Sastra Inggris S1 USU.  Kedua adalah karena saya belum mengetahui tentang metode pengajaran di Akademi Pariwisata Medan.
Namun berkat kemauan, maka  saya banyak bertanya kepada rekan-rekan yang merupakan tamatan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Medan  karena mereka memang dipersiapkan sebagai tenaga pengajar.
Setelah beberapa kali pertemuan di awal saya mengajar di Akademi Pariwisata Medan, beberapa mahasiswa menyarankan agar saya dapat mengajar dengan lebih mengutamakan Student Talking Time. Sesuai dengan masukan tersebut maka saya lebih memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dan terbukti hasilnya positif. Sekarang saya mengajar dengan cara pair work (mahasiswa berpasangan), group work (berkelompok), role play (bermain peran), case study (studi kasus) agar mahasiswa lebih aktif dalam berkomunikasi.  
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar maka saya telah membaca buku-buku  seperti The Practice of English Language Teaching karangan Jeremy  Harmer, Micro Teaching diktat dari IKIP Medan dan Didaktik Metodik karangan Roestiyah. Setelah itu saya mempraktekkannya di kelas. Sekarang saya mengajar dengan pendekatan komunikatif,  sehingga hasilnya mahasiswa dapat lebih aktif berbicara.
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar, saya telah mengikuti pelatihan pengajaran yang diadakan di Sekolah Tinggi Pariwisata   (STP) Bandung dan Pusat Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA) di  Medan. Selanjutnya,  saya juga mempelajari lebih mendalam tentang metode mengajar yang dipergunakan di Akademi Pariwisata Medan,  yang menggunakan pendekatan komunikatif yang nantinya dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai.  Untuk mempermudah dalam mengajar dengan menggunakan pendekatan  komunikatif maka diperlukan beberapa alat peraga seperti flashcard atau kartu bergambar. Berhubung Ruangan Bahasa Akademi Pariwisata Medan memiliki perpustakaan khusus Bahasa Inggris sumbangan The British Council dan memiliki koleksi buku-buku permainan menarik seperti buku Elementary Communication Games karangan Jill Hedfield.  Alat peraga lain sebagai koleksi dalam mengajar adalah kartu bergambar seperti Do Me A Favor, yaitu permainan untuk memperlancar penggunaan kalimat request seperti “Could you please…”  dan Crystal Ball untuk memperlancar penggunaan kalimat Future Tense.
Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, selain dari bahan yang telah saya ajarkan, saya juga menyarankan agar mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang sederhana untuk banyak bertanya kepada mahasiswa yang pintar.
Saya juga telah mencari bahan mengajar dari internet dan menemukan permainan menarik seperti hot seat yang sangat membuat aktif mahasiswa dalam  berkomunikasi. Hot seat adalah sebuah permainan menebak sebuah pekerjaan yang akan ditebak oleh dua kelompok. Kedua kelompok ini akan membantu mahasiswa yang duduk di hot seat dengan cara mendefenisikan pekerjaan tersebut dalam sebuah kalimat dan tanpa menggunakan isyarat.
Dalam tiap semester yang saya ajarkan, maka saya juga membawa mahasiswa untuk belajar di laboratorium  bahasa dengan song program untuk meningkatkan kemampuan listening   mahasiswa (practicing listening skill).
Untuk meningkatkan kemampuan mengajar maka saya telah mengikuti beberapa pelatihan, antara lain sebagai berikut: 1)  Teaching English for Hotel di STP Bandung tahun 2002, 2) Teacher Training di PPIA Medan tahun 2002, 3) Pekerti di Akademi Pariwisata Medan, tahun 2003, 4) Diklat Pariwisata Tkt. Dasar di Akademi Pariwisata Medan, tahun 2004, 5) Workshop Kompetensi Penyusunan Bahan Ajar bagi Dosen Di Berastagi tahun 2009, 7) Workshop Penyusunan Silabus di Berastagi tahun 2011

2. DAMPAK
Setelah mengikuti beberapa pelatihan, seminar dan workshop tersebut di atas, maka  sekarang saya dapat menjadi lebih mudah dalam mengajar. Hal ini terlihat dari tanggapan mahasiswa yang mengatakan bahwa cara saya mengajar sudah ada perubahan menjadi lebih positif. Mahasiswa menyukai apabila saya mengajar dengan berbagai variasi sehingga hal ini membuat mahasiswa tidak merasa bosan.
Dengan lebih memperbanyak Student Talking Time, maka mahasiswa menjadi semakin aktif berbicara yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu: praktek berbicara yang diawasi (controlled practice), kurang diawasi (less controlled practice) dan praktek berbicara bebas (free practice).
Setelah  membaca dan mempraktekkan buku-buku di atas, saya semakin mengetahui metode mana yang sesuai dipakai untuk topik yang diajarkan.
Setelah mengikuti pelatihan, maka saya mendapat pengetahuan baru tentang metode pengajaran bahasa Inggris dan dapat bertukar pengalaman dengan sesama peserta pelatihan.
Dengan  menggunakan kartu bergambar, maka saya semakin mudah dalam menerangkan pelajaran kepada mahasiswa karena mereka dapat menggunakan kartu-kartu tersebut untuk membuat mahasiswa aktif berbicara.
Selain daripada itu, sekarang saya juga dapat membantu staf pengajar baru bahasa Inggris menggunakan buku karangan Jill Hedfield tersebut. Buku tersebut agak sulit dalam memahami penggunaannya kalau tidak diterangkan oleh seorang yang sudah memahami cara menggunakannya. Sekarang staf pengajar baru tersebut  telah mengikuti langkah saya dengan mengajar dengan cara yang sama. Dalam mengajar secara tim hal ini berdampak positif karena sesama dosen bisa bertukar metode atau permainan baru yang menarik.
Setelah saya mengajar menggunakan pendekatan komunikatif maka mahasiswa menjadi semakin aktif dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris di kelas. Hal ini jelas menguntungkan bagi mahasiswa tersebut. Di samping mendapat skill pariwisata maka mereka menjadi semakin percaya diri karena mereka sudah dilatih untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris.
Dengan mencari bahan mengajar dari website yang ada di internet maka saya dapat mengetahui hal-hal terbaru dan dapat mempraktekkan langsung di kelas. Saya jadi mengetahui materi apa yang cocok diajarkan untuk mahasiswa Akademi Pariwisata Medan.
Dengan mengajar song program di laboratorium bahasa maka mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mendengar sehingga dapat memudahkan dalam mengucapkannya (speaking).

3.KEDISIPLINAN
Kedisiplinan memegang peranan penting karena itu saya sedapat mungkin mengajar tepat waktu begitu jam pelajaran dimulai. Begitu juga saya berhenti mengajar begitu waktunya  selesai. Hal ini saya lakukan karena dengan memanfaatkan waktu saya telah memberikan kesempatan mahasiswa untuk istirahat sejenak dan juga memberikan kesempatan kepada dosen lain yang akan mengajar setelah mata pelajaran saya. Saya juga telah memberikan Quiz kepada mahasiswa yaitu 2x dalam satu semester karena dengan adanya Quiz tersebut maka diharapkan mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh sebelum mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Saya juga membuat soal Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester  dan memberikan nilai tepat waktu karena dengan begitu maka mahasiswa dapat melihat  hasilnya dalam waktu yang sudah ditetapkan. Juga memudahkan Sub Bagian Akademik dalam menyimpan data dan mengumumkan hasilnya kepada mahasiswa. Saya selama ini juga telah melakukan bimbingan Tugas Akhir minimal 8x. Dengan begitu mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian sidang tugas akhir. Selain daripada itu, saya juga telah melakukan bimbingan tutorial  kepada mahasiswa. Terutama sekali yang dibahas adalah tentang kendala mahasiswa dalam menghadapi pelajaran tertentu atau juga bimbingan dalam hal permasalahan yang dihadapi mahasiswa sebagai remaja.  
Dalam mengajar saya juga telah memberikan contoh dengan selalu membawa kamus ke dalam kelas, karena tanpa kamus dapat dikatakan mustahil belajar bahasa Inggris mengingat keterbatasan manusia dalam menghapal semua kosa kata dalam bahasa Inggris. Dengan begitu maka mahasiswa menjadi lebih siap apabila di dalam materi pelajaran terdapat kata kata yang sulit untuk dipahami.
Begitu juga dalam mengajar di laboratorium bahasa, maka saya sudah mempersiapkan sebelumnya, antara lain: mengecek apakah semua peralatan yang ada dapat dipergunakan, mempersiapkan bahan seperti kaset, handsout song program, tape player, headset dan lain lain. Karena satu saja perlengkapan tidak maksimal akan mengganggu jalannya proses belajar mengajar yang ada di laboratorium bahasa.  
Terhadap teman sejawat saya juga telah membantu di dalam tim dan menyelesaikan tugas tepat waktu seperti dalam membantu membuat laporan penelitian atau laporan pengabdian masyarakat.
Terhadap atasan maka saya telah menjalankan sesuai Surat Perintah Tugas yang diberikan kepada saya selama ini contohnya dengan melakukan pembuatan soal bahasa Inggris, mengoreksi soal, melakukan wawancara selama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Akademi Pariwisata Medan.

 4.KETELADANAN
Dalam bertemu dengan mahasiswa, karyawan, staf pengajar, dosen maka saya telah melakukan greeting dengan menggunakan bahasa Inggris seperti: “Good morning. How are you?” untuk membiasakan orang-orang di lingkungan kampus menjadi terbiasa menggunakan bahasa Inggris.
Saya juga telah membantu teman-teman sesama dosen non bahasa yang ingin memperbaiki tulisan mereka di dalam bahasa Inggris seperti abstract karena tidak selamanya program penerjemahan dapat menghasilkan terjemahan yang tepat.
Dalam mengajar, saya telah memberikan contoh cara pengucapan bahasa Inggris mahasiswa yang benar seperti cara mengucapkan “thank you”. Walau sederhana, namun masih ada sebagian mahasiswa yang mengucapkannya sebagai /taenk yuw/, padahal yang benar adalah /thaenk yuw/ dengan cara meletakkan ujung lidah ke atas di belakang gigi depan. Dengan begitu maka mahasiswa dapat membedakan cara pengucapan “th” dan “t’ karena magic word thank you adalah ucapan yang sering muncul dalam melayani tamu. Saya juga dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua mahasiswa mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar. Terkadang saya juga menemukan mahasiswa yang berasal dari luar daerah atau boleh dikatakan dari daerah terpencil. Saya pernah bertanya tentang bagaimana mereka belajar bahasa Inggris selama ini, maka mahasiswa mengatakan bahwa di tempat asalnya memang sama sekali belum ada kursus bahasa Inggris. Dalam hal tersebut saya dapat memakluminya. Sehingga saya jarang marah apabila kemampuan bahasa Inggris mahasiswa tersebut pas-pasan. Apabila saya marah dalam mengajar, akibatnya mahasiswa dapat membenci saya atau bahkan membenci pelajaran bahasa Inggris selamanya. Dengan terus memotivasi bahwa bahasa Inggris bukanlah bahasa kita, sehingga membuat salah itu wajar. (Making mistake is normal).
Dalam memberikan motivasi, saya sering mengatakan di kelas bahwa: bahasa Inggeris adalah bahasanya orang sukses. Saya juga menceritakan tentang seorang yang kaya raya dan bisa keliling dunia, namun tidak bisa berbahasa Inggris. Akibatnya orang itu merasa menyesal karena ketika dia ingin mengetahui tentang suatu obyek wisata di luar negeri dan ingin bertanya kepada pemandu wisata, orang itu hanya diam karena tidak bisa bertanya dalam bahasa Inggris. Saya mengatakan itulah sebagian dari manfaat belajar bahasa Inggris. 

5.KETERBUKAAN TERHADAP KRITIK
Bagi saya kritik adalah suatu hal yang dapat membentuk seseorang untuk menjadi lebih baik lagi. Yang dapat melihat kekurangan saya adalah orang lain, tentulah kalau saya yang menilai belumlah se-obyektif pendapat dari orang lain. Apabila saya menerima kritik dalam persepsi yang positif, maka saya dapat memperbaiki diri saya sendiri.
Pada saat pertama saya bergabung di Akademi Pariwisata Medan, saya mendapat kritikan apa yang saya ajarkan dengan buku diktat terkadang berbeda dengan situasi di tempat praktek. Kemudian saya mencari tahu bagaimana sebenarnya situasi di tempat praktek, sehingga hal ini memudahkan saya dalam mengajar karena dapat disesuaikan dengan praktek mahasiswa. Akademi Pariwisata Medan mempunyai dua jurusan yaitu Perhotelan dan Pariwisata. Pada kesempatan pertama, saya mengunjungi kitchen. Dengan melihat bagaimana mahasiswa pada saat praktek, saya kemudian mengetahui bahwa untuk mengajar mahasiswa kitchen haruslah sevariatif mungkin karena mahasiswa sudah mengalami jadwal yang sibuk selama praktek. Saya juga dapat melihat langsung bagaimana mahasiswa melakukan praktek di kitchen. Kemudian saya juga melihat mahasiswa praktek di restoran Akademi Pariwisata Medan. Hasilnya saya mengetahui suasana langsung di ruang praktek mahasiswa karena  di sinilah sebagai dosen bahasa Inggris saya dapat memperbaiki mahasiswa dalam berbicara, contoh: mahasiswa ada yang bertanya: “Are you finished?” (yang berarti apakah anda sudah meninggal?) sedangkan pertanyaan yang sebenarnya adalah: “Have you finished?” (yang artinya apakah anda sudah selesai?). Kemudian saya juga dapat memperbaiki pengucapan yang sering salah diucapkan seperti steak /steik/ yang sering salah diucapkan menjadi /stik/.
Begitu juga ketika saya mengikuti praktek mahasiswa Usaha Perjalanan Wisata dalam melakukan city tour. Dengan mengikuti city tour tersebut maka saya dapat memberi masukan juga kepada mahasiswa baik secara langsung di tempat atau pada saat mengajar mahasiswa di kelas. Dalam simulasi keliling kota Medan ini, maka pemandu yaitu seorang mahasiswa berhadapan dengan teman-teman sekelasnya seolah-olah sebagai wisatawan manca negara. Dalam hal ini terjadi interaksi yaitu tanya jawab tentang beberapa objek wisata di Medan seperti Istana Maimoon dan taman buaya Asam Kumbang.
Dengan terbuka terhadap kritik yang positif, maka menjadi bermanfaat bagi saya dan semakin berkesesuaian karena saya sudah pernah melihat langsung dan mengikuti praktek di lapangan bersama dengan mahasiswa. Masukan dari mahasiswa adalah agar saya juga mengajarkan tentang grammar. Untuk itu maka saya juga telah mengajar grammar disesuaikan dengan kekurangan mahasiswa tersebut.
Masukan dari teman sejawat yaitu agar kami dapat membantu mereka memperlancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris, minimal selama mereka berada di Ruang Bahasa. Maka kami telah dengan senang hati membantu teman sejawat tersebut.
Begitu juga ketika atasan meminta saya agar lebih menggunakan metode mengajar yang variatif, maka saya dapat menerimanya dan memperbaikinya.

6.PRODUK KARYA ILMIAH
Jurnal yang telah saya buat dan telah diterbitkan adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian yang sudah dipublikasikan dalam bentuk jurnal berjudul “Studi kemampuan berbahasa Inggris bagi karyawan hotel di Berastagi.” Penelitian ini dilakukan pada tahun 2007. Hasilnya  dapat memberikan saran kepada pihak hotel untuk memberikan pelatihan dalam bahasa Inggris bagi karyawan hotel setempat.
2.Studi Potensi Danau Lau kawar pada tahun 2008, untuk mengetahui potensi apa saja yang dapat dikembangkan nantinya. Penelitian ini sudah diterbitkan dalam bentuk jurnal, merupakan langkah awal untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan. Ternyata ada banyak hal yang dapat dikembangkan di sana. Mengingat selama ini wisatawan dari Medan hanya mengunjungi Berastagi kemudian kembali ke Medan atau langsung melanjutkan ke Pulau Samosir dan melewatkan Danau Lau Kawar. Padahal objek wisata Danau Lau Kawar masih terlihat alami berbeda dengan Danau Toba sekarang yang sudah banyak ditanami budi daya keramba ikan. Sehingga Danau Lau Kawar layak untuk terus dikembangkan mengingat potensi yang ada.
3.Jurnal yang telah terbit pada tahun 2010 yang berjudul Pengaruh gaya mengajar terhadap kemampuan berkomunikasi. Selama ini saya kurang mengetahui tentang gaya belajar mahasiswa. Dengan mengadakan penelitian ini saya belajar bagaimana menghadapi  tipe mahasiswa yang ternyata saat diajarkan harus dengan metode yang berbeda juga disesuaikan dengan gaya belajarnya.

7.MAKNA DAN KEGUNAAN
Kegunaan dari penelitian ini bagi saya adalah untuk mendapatkan angka kum dari penelitian, selain angka kum dari mengajar dan pengabdian kepada masyarakat.
Adapun kegunaan bagi masyarakat adalah sebagai berikut:
1.Untuk mengetahui bagaimana kemampuan karyawan dalam menghadapi tamu dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris karyawan dapat percaya diri dalam meng-handle setiap tamu yang datang. Dengan banyaknya tamu yang datang berkunjung maka akan dapat menambah devisa negara. Dengan semakin banyak wisatawan yang datang ke Berastagi maka usaha kreatif masyarakat setempat seperti penjualan souvenir menjadi bergairah.
2.Untuk mengetahui potensi apa saja yang ada dan dapat dikembangkan. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa Danau Lau Kawar menyimpan potensi yang sangat menarik. Misalnya dapat dilakukan trekking sehingga dapat membantu menambah penghasilan kepada penduduk setempat yang menjadi pemandu jalan.
3.Untuk mengetahui gaya belajar mahasiswa. Saya sebagai dosen berusaha mencari tahu gaya belajar mahasiswa yang saya ajar karena dengan begitu memudahkan bagi saya dalam mempersiapkan bahan ajar. Gaya belajar mahasiswa sedapat mungkin terwakili sehingga mahasiswa tersebut dapat “ikut” dilibatkan dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh, mahasiswa dengan  gaya belajar audio akan merasa nyaman belajar apabila saya memberikan program listening baik itu percakapan di hotel atau restoran atau bisa juga dengan song program di laboratorium  bahasa. Mahasiswa dengan tipe visual akan merasa nyaman apabila melihat langsung film dan saya dapat menerangkan perbedaan American English dan British English. American English biasanya diucapkan flat sedangkan British English lebih mengutamakan intonasi. Mahasiswa dengan tipe kinestetik menjadi lebih mudah apabila saya berikan permainan peran (role play).

8.NILAI INOVATIF
1.Pihak manajemen hotel yang ada di Berastagi dapat mengetahui cara meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi karyawannya. Sekarang ini sudah banyak sekali pelajaran bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris baik berupa buku maupun di internet. Oleh karena bahasa Inggris yang dipergunakan di hotel adalah English for Specific Purpose maka hal ini sangat tepat kami ajarkan karena memang sudah menjadi tugas kami dalam mengajar di Akademi Pariwisata Medan.
2.Pihak terkait setempat menjadi mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan ekonomi kreatif bagi penduduk setempat. Danau Lau Kawar mempunyai potensi untuk lebih dipromosikan oleh pihak terkait mengingat jaraknya yang dekat dengan kota Medan dibandingkan dengan Danau Toba.
3.Saya  dapat mengetahui gaya belajar mahasiswa sehingga dapat memaksimalkan nya dengan fasilitas mengajar yang ada. Artinya saya mempersiapkan kaset yang sesuai dengan materi yang saya ajarkan karena hal ini sesuai untuk mahasiswa bertipe audio. Dengan melakukan persiapan maka saya mengetahui kapan materi listening tersebut diperdengarkan kepada mahasiswa. Mahasiswa juga mendapat manfaat karena menjadi tahu aksen dari native speaker yang sebenarnya. Untuk mahasiswa tipe visual maka saya telah menyediakan film yang sesuai dengan penggunaan aksen yang berbeda yaitu American English dan British English. Untuk film yang menggunakan aksen American English dapat dicari namun kesulitan yang saya rasakan dalam hal film dengan aksen British English kalaupun ada biasanya film bertema lama. Sedangkan untuk mahasiswa kinestetik biasanya saya langsung mengajarkan sesuai topic yang ada misalnya permainan peran dalam memesan makanan di restoran. Biasanya seorang  menjadi waiter dan dua orang menjadi tamu sudah bisa dilakukan.

9.KONSISTEN
Sebagai alumni sarjana Bahasa dan Sastra Inggris S1 dan S2 maka saya sampai sekarang  tetap mengajar bahasa Inggris karena menurut saya bahasa Inggris itu adalah kunci bagi seluruh ilmu pengetahuan yang ada karena hampir semua tulisan ilmiah atau buku-buku bermutu  yang terbit adalah dalam bahasa Inggris,  begitu juga dengan tulisan   di internet. Berbeda dengan pendapat beberapa orang yang mengambil jurusan S2 yang berbeda dengan S1, maka saya tetap mengambil jurusan yang sama dengan S1 yaitu  S2 Bahasa dan Sastra Inggris karena dengan belajar secara berkesinambungan dan linear saya menjadi semakin mengetahui tentang sejarah bahasa Inggris modern yang dipelopori  oleh Geofrey Chaucer.
Apabila saya ke toko buku, maka saya menyempatkan diri untuk melihat ke bagian bahasa Inggris karena hal ini sangat membantu saya karena ada beberapa buku dengan topic-topik baru atau juga bahkan metode yang bisa diterapkan kepada mahasiswa. Juga melalui  internet, saya  mengusahakan untuk membaca artikel dalam bahasa Inggris sehingga kemampuan bahasa Inggris saya tidak menurun. Bahasa Inggris memang harus rajin dipraktekkan karena kalau tidak dipraktekkan maka bisa terlupakan.
Saya telah membantu teman sejawat dalam kaitan apabila ada yang mereka tanyakan tentang bahasa Inggris. Dengan saling membantu maka pada saat saya memerlukan bantuan mereka juga dengan senang hati menolong saya.
Saya telah mengerjakan penugasan yang telah diberikan oleh Direktur sebagai atasan misalnya ketika diminta mewakili Akademi Pariwisata Medan untuk mengikuti seminar.

10.TARGET KERJA
Selama ini di Akademi Pariwisata Medan, saya telah mengajar di Jurusan Perhotelan dan saya sering mendapatkan kelas di Program Studi Manajemen Tata Boga. Untuk itu, maka saya telah menyesuaikan bahan ajar sesuai dengan jumlah pertemuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kalender akademik yang dibuat oleh Sub Bagian Akademik. Adapun mahasiswa Akademi Pariwisata Medan mempunyai tiga tingkatan yaitu: mahasiswa tahun pertama disebut Basic, mahasiswa tahun kedua disebut Middle dan mahasiswa tahun ketiga disebut Upper.  Saya telah berusaha memenuhi hal hal sebagai berikut, yaitu setelah perkuliahan selesai maka untuk mahasiswa Basic diharapkan mampu menjelaskan dalam bahasa Inggris: bagaimana cara memperkenalkan diri,  bagaimana mengeja dengan American Spelling Board (alpha, bravo, charlie dan seterusnya), bagaimana kisah terjadinya Danau Toba dan lain lain. Lalu Untuk mahasiswa Middle diharapkan mampu menjelaskan tentang:  satuan makanan seperti: a loaf of bread, a drop of water, a lump of sugar, a bottle of milk dan lain lain. Mahasiswa tata boga diharapkan sudah mampu dalam menjelaskan nama nama bumbu, sayur, ikan dalam bahasa Inggris seperti: ginger = jahe, nutmeg = pala, radish = lobak merah, turnip = lobak putih, bamboo shot = rebung, shrimp paste = terasi, cabbage = kol, starfruit = belimbing, snakeskin fruit = salak, anchovy = ikan teri dan lain lain. Satu di antara cara mengajarnya yang sesuai menurut saya adalah dengan kartu kecil bertuliskan misalnya: kentang, maka mahasiswa tersebut harus menjawabnya dengan: potato. Selanjutnya untuk mahasiswa Upper setelah perkuliahan selesai diharapkan mampu menulis dalam bahasa Inggris tentang: membuat curriculum vitae, menulis surat lamaran, mempersiapkan diri dalam interview dalam mencari pekerjaan.
Mengajarkan mahasiswa tata boga agak sedikit berbeda dengan program studi lain, yaitu dalam kelas teori saya mengajar mahasiswa dengan sedikit rileks mengingat satu minggu sebelumnya mahasiswa telah praktek di dapur yang sangat melelahkan.
Setelah perkuliahan selesai, maka saya telah menyiapkan nilai sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
Dari pengalaman saya selama beberapa tahun mengajar  di kelas Tata Boga, akhirnya saya dapat menyusun sebuah diktat yang berjudul “English for Kitchen” untuk dapat dipergunakan sebagai bahan ajar di kelas middle jurusan Manajemen Tata Boga.    
Kepada atasan, maka selesai melakukan dinas luar kota maka saya telah menyiapkan laporan pelaksanaan tugas kepada Direktur Akademi Pariwisata Medan.

11.PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
1.Pada tahun 2007 saya mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu mengajar bahasa Inggris kepada anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi. Kegiatan ini sangat berguna bagi mereka karena bahasa Inggris dapat menjadi bekal di kemudian hari kelak. Ada pun murid-muridnya yang berjumlah sekitar 25 orang dan  masih seusia SD tersebut adalah korban gempa di Pulau Nias yang terjadi tahun 2005.  Dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka tetap menunjukkan semangat yang menyala dalam belajar bahasa Inggris. Dengan semangat belajar yang tinggi maka saya sebagai instruktur bahasa Inggris menjadi semakin termotivasi dalam mengajar mereka dalam artian, terus memom/pa semangat mereka bahwa bencana alam tersebut bukanlah akhir dari segalanya.
Proses belajar mengajar saya lakukan dengan pendekatan komunikatif melalui pair work (berpasangan), kerja kelompok maupun dialog. Juga diikuti dengan aktifitas yang dapat merangsang minat belajar seperti melakukan permainan yang berkaitan dengan topic dan pengenalan kosa kata baru.
Saya tanamkan bahwa mereka tetap mempunyai masa depan yang cerah seperti anak bangsa lainnya yang ada di Indonesia ini.
2.Saya sebagai satu di antara dosen bahasa Inggris di Akademi Pariwisata Medan dalam setiap tahun ajaran baru ditugaskan untuk membuat soal bahasa Inggris secara kolektif, mengawas ujian masuk, mengoreksi soal bersama Tim Bahasa dan melakukan wawancara bahasa Inggris. Kegiatan ini sudah saya lakukan dari tahun 2002 sampai sekarang (2012).
3.Pelatihan pembuatan pupuk di Panti Asuhan Mamiyai.
Selain pengabdian di bidang bahasa Inggris, maka saya juga pernah ikut mengadakan pelatihan pembuatan pupuk. Maksud dari pembuatan pupuk ini adalah untuk menggantikan pemakaian pupuk kimia karena sebagian orang belum mengetahui bahwa membuat pupuk sendiri itu adalah mudah. Yang sedikit memakan waktu adalah pembuatan “bibit pupuk” itu sendiri yang terdiri dari bahan dasar: terasi, vetsin, usus ayam  dan lain lain. Yang kemudian dicampur dengan bekas potongan rumput. Dengan membiarkan campuran tersebut dalam beberapa hari maka sudah didapat pupuk yang siap dipergunakan.

12.DAMPAK PERUBAHAN
1.Murid murid panti asuhan mengetahui dasar dasar dalam bahasa Inggris seperti kosa kata sehari hari, tense sederhana yaitu Present Tense, Past Tense dan Future Tense dan juga mereka menjadi berani berbicara karena saya telah mengajarkan dengan cara drilling yaitu mengulang murid untuk mengucapkan kata secara bersama-sama.  Hal ini cukup mengharukan karena mereka dapat tetap belajar walau kondisi yang serba terbatas mengingat mereka adalah anak-anak yatim piatu korban gempa Nias.
2. Dengan perencanaan yang maksimal, maka semua proses penerimaan mahasiswa baru di Akademi Pariwisata Medan  tersebut dapat menjadi semakin baik karena segala bentuk kekurangan dapat terus dikaji dan diminimalisir untuk tahun tahun berikutnya. Juga dari hasil interview dapat diketahui sebaran informasi yang belum merata sehingga perlu terus dipertahankan bagaimana mempromosikan agar tamatan SMU yang ada di Sumatera mau melanjutkan kuliah di bidang pariwisata. 
3.Anak-anak Panti Asuhan Mamiyai sekarang sudah bisa membuat pupuk sendiri. Pupuk ini dapat dibuat dengan biaya murah, juga alamiah sebagai pengganti pupuk kimia dlam membantu menyuburkan dan meningkatkan hasil panen. Dengan begitu maka anak anak panti asuhan menjadi mengetahui sedikit demi sedikit bagaimana cara menambah uang saku mereka karena biasanya mereka akan dilepas ke masyarakat begitu menamatkan SMU.


13.DUKUNGAN MASYARAKAT:
1.Pengurus dari panti asuhan Terima Kasih Abadi ini sangat mendukung dengan menyediakan sebuah ruangan kelas, membantu mengkoordinir dalam mengumpulkan murid-murid dan juga memberi masukan agar saya terus memotivasi mereka. Dengan adanya dukungan dari pengurus ini maka proses belajar mengajar menjadi lancar. Juga apabila terjadi perubahan jadwal maka saya dapat memberitahukan kepada pengurus tersebut.
2.Peran serta calon mahasiswa baru dapat dikatakan aktif. Hal ini dapat terlihat dari calon mahasiswa yang mendaftar. Calon mahasiswa cukup berminat untuk belajar tentang pariwisata, oleh karena itu dengan adanya Akademi Pariwisata Medan maka tamatan SMU dan SMK dapat mendaftar dan melanjutkan pendidikan di bidang pariwisata. Untuk memenuhi keinginan masyarakat maka Akademi Pariwisata Medan telah membuka program ADH (Administrasi Perhotelan), MPPP (Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata) dan MPI (Manajemen Patiseri).
3.Pengurus Panti Asuhan Mamiyai sangat senang dan bahkan mengikuti selama kami menjelaskan tentang cara pembuatan pupuk tersebut. Mereka juga bertanya apakah kami dapat membantu menjelaskan apabila setelah pengabdian masyarakat ini mereka masih mempunyai pertanyaan, dan kami katakan bahwa kami dengan senang hati menolong berdasarkan pengalaman kami dalam membuat pupuk tersebut.

14.KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
1.Dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi, maka setelah menerangkan saya akan bertanya tentang pemahaman murid-murid tentang topic yang telah saya ajarkan tersebut. Hal ini penting karena sebagai pengajar saya ingin tahu bagaimana daya serap mereka terhadap pelajaran yang saya berikan. Saya tahu hal ini tidak mudah karena di usia yang masih belia mereka sudah harus mandiri dan terpisah dari keluarganya. Dalam dialog tersebut maka saya menerangkan kembali suatu topic yang kurang mereka mengerti.
2.Saya  berkordinasi dengan Kepala Unit Bahasa Akademi Pariwisata Medan terkait dengan persiapan pembuatan soal bahasa Inggris. Berkordinasi dengan Sub Bagian Kemahasiswaan sebagai panitia penyelenggara penerimaan mahasiswa baru dalam mengawas ujian tertulis.
Kami juga sebagai tim bahasa melaksanaan koreksi soal ujian masuk bahasa Inggris. Juga saya melakukan wawancara langsung dalam bahasa inggris terhadap calon mahasiswa baru. Kepada masyarakat yang bertanya, maka saya dapat menjelaskan bahwa Akademi Pariwisata Medan adalah satu dari empat UPT (Unit Pelaksana Teknis) selain di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Bali dan Akademi Pariwisata Makasar.
3.Sebelum memberikan materi tentang pembuatan pupuk, maka kami telah disambut di ruangan administrasi panti asuhan tersebut dan di sana kami menerangkan tentang apa saja kegiatan yang akan kami bawakan. Saya sebagai satu di antara instruktur telah membantu untuk membuka pengabdian masyarakat tersebut, sehingga anak-anak Panti Asuhan Mamiyai dapat memahami bahwa proses pembuatan pupuk itu sebenarnya mudah dan dapat dipelajari sendiri.

15.KEMAMPUAN KERJASAMA
A.Sebelum mengajar bahasa Inggris di Panti Asuhan Terima Kasih Abadi ini, maka saya sudah mempersiapkan folder materi bahan ajar, yang juga di dalamnya saya sertakan nama-nama peserta, berikut lembar berita acara dan saya juga telah menyusun silabus dalam satu paket. Saya juga telah berbicara kepada pihak pengurus panti asuhan tersebut dalam menetapkan hari mengajar dan jam mengajar yang sesuai karena biasanya saya mengajar mereka setelah mereka kembali dari ladang.
B. Saya  bekerja dalam tim selama berlangsungnya  penerimaan mahasiswa baru di Akademi Pariwisata Medan. Kami juga bekerja dengan menentukan prosedur pembuatan soal  bahasa Inggris sebagaimana yang telah ditentukan oleh Kepala Unit Bahasa, kemudian saya juga ikut mengawas ujian tertulis, mengoreksi soal bahasa Inggris bersama dengan dosen bahasa yang lain, dan bersama dengan dosen program studi lain melakukan interview terhadap calon mahasiswa baru Akademi Pariwisata Medan.  
C.Saya telah membantu mempersiapkan bahan-bahan dalam pembuatan pupuk ini yaitu rumput bekas pemotongan yang biasanya dibuang ke tong sampah. Ternyata limbah yang selama ini dibuang begitu saja apabila diolah dapat menghasilkan pupuk dan dapat dijual oleh anak-anak Panti Asuhan Mamiyai tersebut. Kami juga ikut membagikan handsout kepada anak-anak panti asuhan dan membantu menerangkan apabila ada yang kurang mereka pahami.

16.IMPLEMENTASI KEGIATAN DARI USULAN/PEMIKIRAN
Untuk membantu dalam menyusun jadwal perkuliahan di Akademi Pariwisata Medan (who teach what) maka kami dari Tim Bahasa selalu membuat rapat kecil bagi tim bahasa minimal seminggu sebelum rapat yang diadakan oleh Sub Bagian Akademik dan sudah menentukan nama kelas dan pengajarnya. Dengan begitu maka semua dosen bahasa sudah mengetahui kelas mana yang akan mereka ajarkan di semester depan sehingga dalam rapat manajemen tentang penyusunan jadwal mengajar maka para dosen bahasa tinggal mencocokkan hari dan jamnya saja .
Saya juga telah memberikan saran kepada pihak manajemen agar menyediakan infokus di setiap ruang kelas dan juga melakukan renovasi terhadap laboratorium bahasa yang lama. Dengan pertimbangan bahwa hampir semua bahan ajar di laboratorium bahasa telah menggunakan CD atau VCD. Juga saya memberikan saran agar di laboratorium  bahasa tersebut agar dapat menggunakan layar lebar dan satu monitor di depan meja instruktur.
Saya juga telah memberikan saran kepada pihak manajemen agar menyediakan lapangan sepak bola dan tenis meja karena sesuai dengan Men Sana in Corpore Sano, yaitu di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.
Juga saya memberikan saran agar dibuat semacam kolam dan pos satpam karena kolam dapat membantu kita untuk relaksasi pikiran setelah jenuh bekerja dan pos satpam berguna untuk menjaga keamanan di lingkungan kampus Akademi Pariwisata Medan.

17.DUKUNGAN INSTITUSI
Pihak Sub Bagian Akademik telah terbantu dalam hal penyusunan jadwal mengajar untuk semester berikutnya karena Tim Bahasa sudah memberikan rancangan jadwal mengajar para dosen bahasa yang merupakan hasil dari Rapat Tim Bahasa. Dengan demikian, maka para dosen program studi dan dosen umum menjadi terbantu dalam menentukan jadwal mengajar sehingga tidak ada jadwal yang bersamaan.
Juga pihak manajemen Akademi Pariwisata Medan telah mengadakan fasilitas infokus di ruangan kelas sehingga memudahkan proses belajar mengajar karena mahasiswa dapat melihat langsung gambar-gambar yang ada di layar tersebut.  
Sekarang di kampus juga sudah ada laboratorium bahasa yang baru. Sehingga hal ini memudahkan bagi kami sebagai dosen bahasa dalam mengajarkan listening dan film yang menggunakan aksen British English. Fasilitas laboratorium bahasa sangat penting karena mahasiswa dapat mendengar langsung dengan menggunakan headset suara yang diucapkan para native speaker. Dengan terbiasa mendengar maka mahasiswa tersebut menjadi terlatih apabila berhadapan langsung dengan orang asing.
Pihak manajemen juga sudah menyediakan lapangan bola kaki dan tenis meja. Adapun lapangan bola kaki terdapat di luar yaitu outdoor sedangkan sarana tenis meja terdapat di dalam atau indoor. Dengan adanya sarana tenis meja di dalam ruangan memudahkan bagi siapa saja yang ingin bermain karena bebas dari gangguan angin

18.KENDALI DIRI
Saya  berusaha untuk sabar dalam melakukan bimbingan  terhadap mahasiswa antara lain dalam membuat Tugas Akhir. Saya biasanya melihat dari kacamata mahasiswa yang mana mereka belum pernah membuat Tugas Akhir sama sekali. Dengan kesabaran maka proses membimbing tidak akan memberatkan kepada saya sebagai dosen pembimbing. Terkadang mahasiswa Akademi Pariwisata Medan kurang memahami buku pedoman penulisan tugas akhir, sehingga tugas dosen pembimbing dalam hal ini dapat memberikan perbaikan yang bermanfaat.   Untuk memudahkan bagi saya dan mahasiswa maka kami membuat kesepakatan terlebih dahulu. Kesepakatan itu adalah mengenai hari dan waktu bimbingan sehingga tercapai minimal 8 kali proses bimbingan.
Sebagai dosen maka dibutuhkan kondisi fisik dan mental yang baik. Untuk selalu menjaga kebugaran fisik, maka saya membiasakan diri berlatih tenis meja minimal sekali dalam dua minggu. Dengan berolahraga maka beban pikiran dapat dikeluarkan.
Dalam menemui persoalan, maka saya tetap mengedepankan cek dan ricek dan mendengar dari beberapa pihak. Apabila mendengar informasi dari satu pihak maka hasilnya akan menjadi subjektif.
Saya juga berpikir positif dan menganggap semua masalah yang ada pasti ada hikmah di balik semua itu. Sehingga saya terus berproses ke arah yang lebih baik di dalam menghadapi kehidupan ini.
Dalam interaksi dengan sesama dosen yang lain, maka saya tetap berusaha tenang apabila menemukan perbedaan pendapat. Sehingga setiap masalah dapat dicarikan jalan keluar yang terbaik.  



19.TANGGUNGJAWAB
Sebagai dosen maka saya telah melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: melaksanakan pengajaran, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Menjadi dosen saat ini tidaklah sama dengan di masa lalu. Apabila kita tidak mengimbangi dengan mengikuti perkembangan yang ada, maka kita akan tertinggal dari mahasiswa. Sebagaimana yang kita ketahui, dengan tidak adanya batas informasi dalam era internet sekarang ini, mahasiswa bisa jadi akan mempunyai lebih banyak waktu untuk membuka internet daripada  dosennya.
Agar dapat menambah wawasan pengetahuan, saya membaca buku buku seperti:
Smart Teaching karangan Agung Webe adalah  satu di antara buku menarik bagi saya, karena dalam buku ini seorang dosen dapat menjadi tahu intonasi suara yang dipakai disesuaikan dengan jam mengajar. Mengajar pada jam 08.00 tentunya berbeda dengan mengajar pada jam 15.00 wib.
Buku menarik lainnya adalah Sekolahnya Manusia karangan Munif Chatib dan the Power of Learning Style karangan Barbara Prasnig. Buku ini menjadi perhatian khusus buat saya karena merupakan cermin dari kondisi kemampuan bahasa Inggris para tamatan SMU sekarang ini. Sesuai hasil penelitian yang dilakukan oleh Marpaung di Samosir tahun 2009, kebanyakan murid SMA yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik akan cenderung mendaftar di PTN favorit daripada  di Akademi Pariwisata Medan. Mengajar mahasiswa yang memiliki dasar bahasa Inggris yang kuat adalah hal biasa karena kita sepertinya hanya memoles mereka. Akan tetapi, mengajar atau memotivasi mahasiswa yang buta sama sekali terhadap bahasa Inggris adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya. Berdasarkan pengalaman saya, mahasiswa yang buta sama sekali terhadap bahasa Inggris dapat menguasai bahasa Inggris setelah kuliah 3 tahun namun sebatas hanya berkemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris saja, namun ianya akan lemah di bidang grammar atau koresponden dalam bahasa formal.  
Begitu juga dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat maka saya telah ikut melakukannya baik yang diadakan di Medan maupun di luar Medan.

20.KETEGUHAN PADA PRINSIP
Saya mempunyai prinsip bahwa tidak ada mahasiswa yang bodoh dalam berbahasa Inggris. Yang ada hanyalah bahwa kita sebagai dosen belum mengetahui gaya belajar mahasiswa. Saya senang mengajar song program kepada mahasiswa, yang mana mereka akan merespon positif terutama mahasiswa bertipe audio.  Apapun yang terjadi saya tetap memotivasi mahasiswa yang mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang lemah agar mau terus belajar dengan memberi contoh bahwa saya juga dulu sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Berdasarkan pengalaman saya ketika ikut kursus bahasa Inggris sejak kelas 1 SMP, maka ada beberapa kawan  yang bercanda dan mengatakan sok inggris. Kalau ujian mental ini sudah bisa kita atasi maka ke depan mudah-mudahan akan menjadi mudah bagi kita menyerap pelajaran bahasa Inggris. Karena memang tekad saya yang kuat, ditambah dorongan orangtua,  akhirnya saya bisa berbahasa Inggris sedikit demi sedikit. Kemampuan saya berkomunikasi dengan native speaker pertama kali teruji pada saat kelas 1 SMA di mana dengan bantuan seorang teman yang mahir dalam membuka percakapan, akhirnya saya berani berbicara langsung dengan seorang native speaker walau dengan kalimat yang sederhana seperti, “Where are you from, Sir?” Namun dari sebuah kalimat sederhana ini dapat mengantar saya menjadi berani untuk selanjutnya tidak canggung lagi untuk berkomunikasi dengan orang asing.

21.PERAN PADA KEGIATAN MAHASISWA
1) Saya sebagai anggota koordinator seksi acara/musik pada saat kegiatan Job Fair yang diadakan di Akademi Pariwisata Medan tahun 2011, telah membantu dalam hal kegiatan mahasiswa dalam membentuk kelompok band yang tampil pada acara tersebut. Saat mereka kesulitan dalam mencari susunan pemain band, maka saya telah memberikan saran bagaimana baiknya. Juga saya ikut menentukan jadwal latihan sebelum tampil sebenarnya. Saya juga memberikan masukan tentang alat yang mereka pergunakan karena biasanya instrument pada saat tampil sebenarnya biasanya lebih canggih daripada saat latihan. Untuk itu saya telah menyarankan agar mereka rajin latihan agar waktu tampil di panggung tidak menjadi nervous.
2) Sebagai seorang Pembina untuk acara Kuliah Tauhid, maka saya juga telah membantu dalam hal pelaksanaan acara yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Mulai dari persiapan penentuan tempat, materi acara dan juga instruktur maka saya selalu berkordinasi dengan mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa juga dapat belajar bagaimana mempersiapkan sebuah kegiatan yang berlangsung. Kegiatan yang berlangsung selama tiga malam itu mendapat sambutan positif baik dari mahasiswa maupun orangtua. Dalam kegiatan ini mereka mendapat pencerahan di bidang rohani selain mendapat pelajaran tentang pariwisata.  

22.IMPLEMENTASI PERAN
1) Di dalam pelaksanaan penampilan band tersebut ternyata membawa kemudahan kepada mahasiswa, baik sebelum tampil, selama tampil  maupun sesudah tampil. Persiapan band mahasiswa sebelum tampil di panggung adalah dengan cara mencoba alat-alat yang telah disediakan oleh pihak sound system karena biasanya hal ini berbeda dengan alat pada saat latihan di studio. Dengan mengetahui karakter suatu alat maka hal ini memudahkan bagi pemain. Contohnya seorang gitaris harus menyesuaikan dengan karakter gitar yang disediakan begitu juga efeknya. Pada saat tampil maka mahasiswa dapat membawakan lagu-lagu sesuai dengan latihan. Sesudah mahasiswa tampil maka biasa nya saya memberikan pesan agar mereka tetap kompak sehingga tidak mengalami kesulitan dalam acara-acara yang akan diadakan berikutnya di kampus Akademi Pariwisata Medan.
2) Dalam hal kuliah tauhid, pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Sebagai Pembina maka saya turut serta memberi masukan yang positif. Mahasiswa yang mengikutinya mendapat manfaat karena di sela sela perkuliahan mahasiswa tetap dapat mendapat pelajaran rohani dari instruktur yang berasal dari luar. Mengingat acara dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka dalam tiga malam itu juga diadakan sahur bersama, buka bersama dan dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah.   
Dengan telah terselenggaranya acara-acara tersebut maka pihak manajemen telah terbantu karena program yang direncanakan dapat diimplementasikan sesuai rencana.

23.INTERAKSI DENGAN MAHASISWA
Saya senang berkomunikasi dengan mahasiwa terutama sekali dalam hal mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggeris mereka. Apakah mahasiswa tersebut berasal dari kelas yang saya ajar atau bukan, saya mengusahakan agar mahasiswa tetap menjawab dalam bahasa Inggeris. Dimulai dari percakapan sederhana sampai masalah mata pelajaran juga kami bahas. Saya juga memotivasi mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Inggeris yang pasif agar terus belajar karena dalam waktu 3 tahun pun bisa melancarkan bahasa inggeris mahasiswa terutama dalam hal speaking.
Khusus di Ruang Bahasa maka sebelum masuk mahasiswa musti mengetuk pintu, dan greeting dalam bahasa Inggris dan mengungkapkan maksud kedatangannya. Maka mahasiswa itu berkata, “Good morning Sir. I would like to see Pak Budi”,  misalnya. Untuk yang kemampuan bahasa Inggerisnya pasif maka mahasiswa menjadi termotivasi untuk terus belajar dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggeris mereka.
Saya juga terkadang melakukan dialog dengan mahasiswa dalam hal mata pelajaran karena dengan begitu kita menjadi mengetahui permasalahan yang sedang mereka hadapi sekarang.
Juga dalam melakukan bimbingan Tugas Akhir, saya ikut memberikan masukan bagaimana memilih judul dan sebagainya. Untuk itu saya telah menyediakan waktu dalam membimbing penulisan yaitu minimal 8x bimbingan.  Saya terus memberikan masukan apa saja yang harus mereka persiapkan dalam menghadapi sidang Tugas Akhir dan di dalam menguji saya juga memberikan perbaikan bila dirasa perlu.

24.MANFAAT KEGIATAN:
Dengan adanya English Area, maka mahasiswa musti berkomunikasi dalam bahasa Inggris di area yang sudah ditetapkan. Setiap mahasiswa yang masuk ke Ruang Bahasa Akademi Pariwisata Medan,  maka kami para dosen bahasa akan mengajukan pertanyaan: “Yes, how may I help you?” Biasanya akan terjadi dialog: “Excuse me sir, I would like to see Mr/Mrs….”
Ada banyak kegunaan dari hal ini. Mahasiswa menjadi semakin terlatih. Dosen pun juga dapat berbicara dengan topik umum selain dari topik pelajaran apabila di kelas.
Dengan melakukan dialog dengan mahasiswa maka saya dapat memberikan masukan atau jalan keluar dari permasalahan mahasiswa tersebut.
Umumnya, di sinilah kami mendapati mahasiswa dengan kemampuan berkomunikasi yang terbatas. Begitu mahasiswa masuk ke Ruang Bahasa dan hanya menggunakan bahasa Indonesia, maka biasanya kami segera menyarankan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mengambil kursus bahasa Inggris begitu selesai kuliah. Biasanya mahasiswa tersebut akan mengambil kursus di malam hari atau bisa juga khusus untuk hari Sabtu saja karena perkuliahan di Akademi Pariwisata Medan berlangsung mulai hari Senin sampai dengan Jumat. Apabila mahasiswa bebas dari masalah maka target mahasiswa untuk tamat dalam jangka waktu 3 tahun dapat terealisasikan. Sehingga pada saat mahasiswa  tamat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, maka dengan itu mereka dapat bekerja di bidang pariwisata karena pariwisata adalah penyumbang devisa  bagi negara kita.
Manfaat bagi saya adalah menjadi mengetahui kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa walaupun bukan berasal dari kelas yang saya ajarkan.
Manfaat dari English Area ini adalah pihak program studi perhotelan dan kepariwisataan menjadi terbantu karena dosen yang ada di Ruang Bahasa terus memotivasi semua mahasiswa Akademi Pariwisata Medan untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris setiap hendak menjumpai dosen di Ruang Bahasa.  
Manfaat dalam melakukan bimbingan Tugas Akhir adalah mahasiswa mengetahui bagaimana sistematika penulisan, bagaimana mengutip landasan teori dan lain lain. Juga mahasiswa dapat mempersiapkan mental dalam menghadapi Sidang Tugas Akhir.
Read More